Air

Aku pernah hadirkan gelas

Ia bermakna

Untuk yang pertama

 

Sekarang kumiliki air

Ada mengisi

Untuk yang terakhir.

Advertisements

Merdeka

Penuh makna saya ucap sebuah kata

Indah dan nyata dalam angan
Layaknya pahala dan surga dalam agama
Tidak mudah memahami
Tidak sulit untuk berani
Jika memang ditekuni, tidak akan sekedar angan
Bebas dan luhur, begitu indah
Memang begitu adanya, mempesona
Saya terkesan,
Komitmen hati dan aksi nyata perlu
Merdeka, atau apapun namamu…
Mari bertemu dan hindari malu
Jangan mengendap dalam angan,
Saya tidak butuh ciuman, pelukan darimu
yang kudamba, hadirmu denganku
Tagih janji ini, jika suatu hari kuingkari
Aneh mendekati, 
tapi angan adalah awal…
Langkah sudah kutempuh, 
mari temani diri ini
Merdeka ! 🙂

Perintah Warna

Baru tadi kulewati perempatan utara Jogja

perlahan menunda laju, kuning muncul
terhenti dan menepi, menghormati merah menyala
setelah hijau menyapa, roda kembali menggesek bumi
Bukan tak ada makna warna disana
simbol hidup !
semua harus tetap berjalan
sedikit menghormati, ada kalanya melaju pelan
hingga datang merah, dan segalanya terhenti.

Read more »

Jarak dan Waktu

Mereka tidak mengerti  luka dibalik bahagia
Seperti bis kota dan transjakarta di ibukota
Saling memusuhi untuk mencari,
Namun masing-masing memenuhi

Saya seperti pejalan kaki, yang lelah untuk melangkah
aku harus berlari, namun tak ingin menyia-nyiakan hari
menyadari, waktu tak mungkin terus menanti

Read more »

Ah…

Hari ini panas menyelimuti
Angin membawa gerah, menyelimuti bumi
Tak guna gerhana malam ini
 ia tak bisa membasuh peluh
Ada canda tawa di seberang sana, nampak bahagia
Peluh menghadirkan senyum di bibir
Tak terasa adanya lelah
walau terasa adanya gundah

Read more »