Belajar Dulu, Indonesia!

Nasi telah menjadi bubur, dan mantan telah menjadi teman. RUU Pilkada bernasib sama dengan nasi dan mantan. Ia telah berubah wujud menjadi UU. Hak memilih langsung kepala daerah yang dimiliki masyarakat juga telah menjadi kenangan.

Panggung rapat paripurna yang membahas dan mengesahkan RUU Pilkada beberapa waktu lalu berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia. Dikembalikannya hak untuk memilih kepala daerah kepada DPRD menuai protes dan penolakan dari berbagai kalangan. Namun tidak sedikit juga yang menyatakan dukungannya terhadap hasil rapat paripurna yang baru saja beralangsung. Bagi pihak yang tidak setuju terhadap hasil paripurna, demokrasi di Indonesia dianggap menuju kematian pasca dikembalikannya hak untuk memilih kepala daerah kepada DPRD. Sedangkan pendukung pilkada melalui DPRD berulang kali meyakinkan bahwa demokrasi di Indonesia akan tetap ada, terlepas dari model pemilihan yang diterapkan. Continue reading

Advertisements

Awas, ISIS di Sekitar Kita!*

Gerakan dan kehadiran ISIS dapat ditemui tidak hanya di Iraq, Suriah, atau wilayah jazirah Arab lainnya. Di Indonesia kehadiran ISIS dapat kita cium dan rasakan adanya. Lihat saja di sekeliling kita, berapa banyak kerabat atau teman yang mulai sering membicarakan wacana pembentukan negara Islam di Indonesia dan dunia. Doktrinasi yang dilakukan di lingkungan sekolah, kampus, dan tempat-tempat ibadah terbukti berjalan efektif hingga saat ini.

Continue reading

Perilaku Politik Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Dalam Pemilihan Raya BEM KM 2012

Penelitian ini dilakukan pada tahun 2012 untuk memenuhi kewajiban para penulis dalam mata kuliah “Perilaku Politik” di Jurusan Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM. Dipublikasikan kembali dalam blog ini dengan tujuan pendidikan bagi masyarakat secara luas.

Oleh:

Lalu Rahadian, Boby Sidik Dyan Wijaya

 

Abstraksi

Mekanisme pemilihan para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa di UGM dilakukan dengan menggunakan model pemilu nasional. UGM menamai proses tersebut dengan nama PEMIRA. Respon para mahasiswa di kampus kerakyatan tersebut berbeda-beda dalam melihat proses Pemira BEM-KM setiap tahunnya. Perbedaan perilaku tersebut muncul karena adanya pandangan yang beragam dari mahasiswa. Banyak dari mereka yang antipati terhadap BEM-KM, dan ada pula yang dengan sungguh-sungguh mengawal secara penuh proses pemilihan yang berlangsung. Sikap dan perilaku mahasiswa Fisipol UGM dapat menjadi cermin dari keberagaman sikap mahasiswa UGM pada umumnya.

(Kata Kunci : Mahasiswa, Fisipol UGM, Pemira BEM-KM, Perilaku)

Continue reading

Hakikat Perjuangan Buruh di Indonesia

Tulisan ini pernah dimuat dalam Priboemi, terbitan rutin Komisariat GmnI Fisipol UGM, edisi bulan Juni.

Bulan Mei setiap tahunnya selalu disambut oleh kaum buruh seluruh dunia dengan berbagai aksi. Ya, aksi yang mereka lakukan tidak lepas dari adanya peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei setiap tahun. Dalam melakukan aksinya, buruh di seluruh penjuru dunia menyampaikan aspirasi sesuai dengan kondisi yang mereka alami di konteks-nya masing-masing. Tuntutan yang sering kita jumpai dalam aksi buruh saat May day tidak jauh dari isu-isu umum seputar kesejahteraan, kenaikan upah, dan kejelasan status pekerjaan para pekerja.

Di Indonesia sendiri, buruh dari segala penjuru daerah rutin melaksanakan aksi saat moment Mayday tersebut. Melalui berbagai serikat dan gerakan para buruh melayangkan tuntutannya. Berbagai tuntutan tersebut mereka tujukan kepada pemerintah serta pihak perusahaan, ‘koalisi’ yang kerap menjadi musuh abadi para buruh di negara ini.

Untuk memulai pembicaraan mengenai buruh dan gerakannya, kita bisa terlebih dahulu membaca awal mula kelahiran kelas buruh di Indonesia. Kelahiran kelas buruh tidak terlepas dari adanya peran negara penjajah yang pernah singgah di Nusantara selama 3 abad lebih. Kehadiran negara-negara Eropa saat itu membawa banyak perubahan kondisi sosial masyarakat di Nusantara. Perluasan pasar dan pembangunan industri di negara jajahan menjadi tujuan utama para penjajah yang datang ke nusantara saat itu. Pergeseran mata pencaharian masyarakat nusantara pun terjadi sejak saat itu.

Continue reading

Rakyat dalam Pemilu 2014

Abstraksi

Antusiasme rakyat yang minim merupakan salah satu masalah yang muncul setahun sebelum pemilu 2014 terselenggara. Ketidakpercayaan terhadap politisi menjadi faktor utama munculnya sikap apatis masyarakat. Jika terus dibiarkan, maka rendahnya angka partisipasi warga dalam pemilu mendatang mungkin akan terjadi. Pemilu juga akan kehilangan fungsinya sebagai sarana rakyat untuk berpesta dalam demokrasi. Sudah saatnya masyarakat kembali diyakinkan untuk mau ikut terlibat dalam segala urusan negara. Minimal, mereka sadar untuk ikut menggunakan hak pilihnya dalam pemilu tahun 2014 nanti. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka hakikat pemilu sebagai pesta demokrasi rakyat mungkin hanya tinggal mitos di tahun depan.

(Kata Kunci: Pemilu, Partisipasi, Demokrasi, Negara)

Continue reading

NEOLIBERALISME DAN OTOKRITIK MAHASISWA*

 *Artikel ini merupakan juara I Lomba Esai Nasional PolGov Days 2012 yang diselenggarakan oleh Korps Mahasiswa Politik dan Pemerintahan UGM. Dimuat juga dalam buku berjudul “Mahasiswa Merajut Asa : Antara Pemikiran dan Aksi” yang diterbitkan oleh Penerbit Bulaksumur Empat, Yogyakarta, 2012.

Abstraksi

Logika pasar saat ini kerap digunakan oleh negara dalam memenuhi kebutuhan hidup warga Indonesia. Fenomena tersebut telah terjadi sejak rezim Orde Baru berkuasa di Indonesia. Paham neoliberalisme menjadi dasar dari berjalannya sistem pasar tersebut. Sebagai salah satu komponen masyarakat, mahasiswa memiliki kewajiban untuk mengkritisi kenyataan yang ada. Kritik terhadap neoliberalisme harus dilakukan oleh mahasiswa. Walaupun pada kenyataannya, praktek hidup dengan menggunakan paham neoliberalisme ternyata dinikmati saat ini. Kritik-otokritik menjadi tugas sederhana yang harus dilakukan oleh mahasiswa.

(Kata Kunci : Neoliberalisme, Pasar, Kritik-otokritik, Mahasiswa) Continue reading