Belajar Dulu, Indonesia!

Nasi telah menjadi bubur, dan mantan telah menjadi teman. RUU Pilkada bernasib sama dengan nasi dan mantan. Ia telah berubah wujud menjadi UU. Hak memilih langsung kepala daerah yang dimiliki masyarakat juga telah menjadi kenangan.

Panggung rapat paripurna yang membahas dan mengesahkan RUU Pilkada beberapa waktu lalu berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia. Dikembalikannya hak untuk memilih kepala daerah kepada DPRD menuai protes dan penolakan dari berbagai kalangan. Namun tidak sedikit juga yang menyatakan dukungannya terhadap hasil rapat paripurna yang baru saja beralangsung. Bagi pihak yang tidak setuju terhadap hasil paripurna, demokrasi di Indonesia dianggap menuju kematian pasca dikembalikannya hak untuk memilih kepala daerah kepada DPRD. Sedangkan pendukung pilkada melalui DPRD berulang kali meyakinkan bahwa demokrasi di Indonesia akan tetap ada, terlepas dari model pemilihan yang diterapkan. Continue reading

Awas, ISIS di Sekitar Kita!*

Gerakan dan kehadiran ISIS dapat ditemui tidak hanya di Iraq, Suriah, atau wilayah jazirah Arab lainnya. Di Indonesia kehadiran ISIS dapat kita cium dan rasakan adanya. Lihat saja di sekeliling kita, berapa banyak kerabat atau teman yang mulai sering membicarakan wacana pembentukan negara Islam di Indonesia dan dunia. Doktrinasi yang dilakukan di lingkungan sekolah, kampus, dan tempat-tempat ibadah terbukti berjalan efektif hingga saat ini.

Continue reading

Solusi Jangka Panjang Transportasi Umum di Indonesia (Bagian I)

Memasuki tahun 2014 ini hampir seluruh daerah di Indonesia masih dihadapkan pada salah satu permasalahan klasik di bidang transportasi. Ya, permasalahan tersebut adalah minimnya sarana dan prasarana trasnportasi publik di mayoritas daerah. Imbas dari bertahannya masalah tersebut adalah meningkatnya jumlah pembelian kendaraan pribadi oleh masyarakat.

Di tahun 2013 yang lalu jumlah penjualan kendaraan pribadi berupa motor dan mobil serentak mengalami peningkatan. Penjualan sepeda motor meningkat sebesar 629.428, sedangkan mobil mengalami peningkatan sebesar 109.969 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.[1] Diyakini peningkatan tersebut akan membuat industri otomotif dalam negeri semakin berkembang. Namun, kenaikan tersebut juga diikuti dengan munculnya masalah-masalah baru bagi masyarakat secara umum.

Masalah yang ditimbulkan tidak lain adalah kemacetan yang saat ini dapat kita temui di hampir seluruh jalan-jalan di daerah. Peningkatan penjualan kendaraan pribadi tidak diimbangi dengan penambahan ruas jalan di beberapa wilayah. Selain itu, sarana dan prasarana pendukung, seperti transportasi umum, belum tersedia secara layak. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya penumpukan kendaraan pribadi di jalan-jalan raya di daerah.

Jika kondisi seperti ini dibiarkan terus menerus, maka permasalahan yang muncul akan semakin besar. Perkembangan industri otomotif nasional mungkin akan terjadi, namun kemacetan akan semakin merata melanda daerah-daerah di Indonesia. Kemacetan yang terjadi tentu berdampak pada meningkatnya konsumsi BBM dalam negeri, berkurangnya waktu luang bagi masyarakat, serta bertambahnya tingkat stress yang disebabkan kemacetan itu sendiri.

Continue reading

Kritik Otokritik

 

“Et Ducit Mundum Per Luce”

 

Merdeka!!!

GmnI Jaya!!!

Marhaen Menang!!!

Satu tahun sudah berlalu sejak Musyawarah Anggota Komisariat (MAK) GmnI Fisipol UGM terakhir berlangsung. Perjalanan kami, badan pengurus harian komisariat GmnI Fisipol UGM periode tahun 2013/2014 pun telah mencapai akhir. Begitu banyak pengalaman yang kami dapatkan selama kurun waktu satu tahun kebelakang ini.

Masih teringat jelas bagaimana MAK GmnI Fisipol UGM tahun 2013 berlangsung. Kala itu, harapan untuk membesarkan api perjuangan yang dilakukan GmnI sempat terlihat. Berbagai kegiatan dan pedoman untuk bergerak disusun sedemikian rinci saat itu agar perbaikan dapat terjadi di tubuh komisariat GmnI Fisipol UGM.

Continue reading

Hakikat Perjuangan Buruh di Indonesia

Tulisan ini pernah dimuat dalam Priboemi, terbitan rutin Komisariat GmnI Fisipol UGM, edisi bulan Juni.

Bulan Mei setiap tahunnya selalu disambut oleh kaum buruh seluruh dunia dengan berbagai aksi. Ya, aksi yang mereka lakukan tidak lepas dari adanya peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei setiap tahun. Dalam melakukan aksinya, buruh di seluruh penjuru dunia menyampaikan aspirasi sesuai dengan kondisi yang mereka alami di konteks-nya masing-masing. Tuntutan yang sering kita jumpai dalam aksi buruh saat May day tidak jauh dari isu-isu umum seputar kesejahteraan, kenaikan upah, dan kejelasan status pekerjaan para pekerja.

Di Indonesia sendiri, buruh dari segala penjuru daerah rutin melaksanakan aksi saat moment Mayday tersebut. Melalui berbagai serikat dan gerakan para buruh melayangkan tuntutannya. Berbagai tuntutan tersebut mereka tujukan kepada pemerintah serta pihak perusahaan, ‘koalisi’ yang kerap menjadi musuh abadi para buruh di negara ini.

Untuk memulai pembicaraan mengenai buruh dan gerakannya, kita bisa terlebih dahulu membaca awal mula kelahiran kelas buruh di Indonesia. Kelahiran kelas buruh tidak terlepas dari adanya peran negara penjajah yang pernah singgah di Nusantara selama 3 abad lebih. Kehadiran negara-negara Eropa saat itu membawa banyak perubahan kondisi sosial masyarakat di Nusantara. Perluasan pasar dan pembangunan industri di negara jajahan menjadi tujuan utama para penjajah yang datang ke nusantara saat itu. Pergeseran mata pencaharian masyarakat nusantara pun terjadi sejak saat itu.

Continue reading

Rakyat dalam Pemilu 2014

Abstraksi

Antusiasme rakyat yang minim merupakan salah satu masalah yang muncul setahun sebelum pemilu 2014 terselenggara. Ketidakpercayaan terhadap politisi menjadi faktor utama munculnya sikap apatis masyarakat. Jika terus dibiarkan, maka rendahnya angka partisipasi warga dalam pemilu mendatang mungkin akan terjadi. Pemilu juga akan kehilangan fungsinya sebagai sarana rakyat untuk berpesta dalam demokrasi. Sudah saatnya masyarakat kembali diyakinkan untuk mau ikut terlibat dalam segala urusan negara. Minimal, mereka sadar untuk ikut menggunakan hak pilihnya dalam pemilu tahun 2014 nanti. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka hakikat pemilu sebagai pesta demokrasi rakyat mungkin hanya tinggal mitos di tahun depan.

(Kata Kunci: Pemilu, Partisipasi, Demokrasi, Negara)

Continue reading