Terima Kasih

Untuk semua ucapan, doa, dan harapan yang disampaikan

Untuk semua perhatian yang telah diberikan

Untuk setiap kritik membangun yang selalu disampaikan


Untuk sedikit waktu yang telah diluangkan demi diri ini

Untuk segala kebaikan kalian

Read more ยป

Advertisements

Terima Kasih..

Untuk segala yang telah Engkau berikan kepada saya serta manusia-manusia lainnya, terima kasih untuk segalanya Tuhan. 

Terima kasih yang besar juga saya sampaikan kepada semua teman-teman saya. Tanpa kalian, saya tidak akan bisa menjadi seperti ini, baik ataupun buruknya saya saat ini disadari atau tidak merupakan hasil dari pertemanan saya dengan kalian sampai saat ini. Saya akui, saya memang tidak akan pernah menganggap manusia itu adalah mahluk yang bebas dari “modus” sepanjang umur manusia tersebut. Namun, saya akui kalian merupakan sekelompok manusia yang sangat berarti bagi hidup saya (walaupun tidak semua baik).

Kepada teman-teman saya selama SD-SMP, terima kasih untuk segala “pelajaran dasar” yang telah kalian berikan kepada saya.
Kepada semua teman-teman saya di Texas 46, terima kasih karena kalian adalah manusia-manusia yang telah memberikan warna terindah selama saya hidup hingga saat ini. Bahkan sampai akhir hidup ini pun saya yakin kalian adalah salah satu bagian yang memiliki “warna” tersendiri di dalam perjalanan hidup saya.
Kepada semua teman-teman saya di UGM, terima kasih untuk semua (jujur saya bingung harus menulis terima kasih untuk apa, tapi saya sangat ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian). Saya sangat bersyukur dapat mengenal kalian semua, matur nuwun ๐Ÿ™‚

Special Thanks to :

  1. Bung dan Sarinah GmnI (terutama GmnI komisariat Fisipol UGM). Terima kasih untuk segala “bribik”an nya serta pengalaman dan bimbingan yang telah kalian berikan kepada saya. Saya tidak pernah merasa menyesal sedikit pun, saya bangga memiliki teman-teman dengan pola pikir seperti kalian. Ingat bung dan sarinah sekalian, Indonesia tidak akan pernah merdeka selama kita masih mempercayakan nasib bangsa ini kepada mereka para penjajah. Kita juga tidak akan pernah merdeka selama perpecahan antar suku, ras, dan agama masih marak terjadi di Indonesia. Jangan mudah menyerah, tunjukkan kembali tinju kita, Indonesia, kepada dunia ! Tetap semangat !!!
  2. Teman-teman JPP 2009. Terima kasih untuk segala keindahan, ke”kompak”an serta “muka dua” yang telah kalian berikan kepada saya hingga saat ini. Secara tidak kalian sadari, kalian merupakan salah satu elemen yang menyebabkan saya memiliki pemikiran “manusia adalah serigala bagi manusia lainnya” Terima kasih untuk beberapa orang yang telah menunjukkan kepada saya bagaimana pentingnya arti seorang sahabat, betapa berharganya teman dan pengalaman yang kita lalui, serta beberapa orang yang menunjukkan betapa busuk nya manusia jika bermuka dua.
  3. Kepada mereka, dan manusia-manusia lain di luar sana. Terima kasih !

Menjadi lebih dewasa di dalam kehidupan sehari-hari, menjadi lebih dekat kepada Tuhan YME, menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara, merupakan beberapa tujuan serta harapan hidup saya saat ini. Bersama kalian, saya yakin kita dapat mewarnai hidup ini dengan berbagai warna yang belum pernah kita temukan hingga saat ini. Sampai nanti ajal menjemput, kita akan selalu bersama. Terima kasih

Earth Hour dan gaya hidup

Hari ini tanggal 26 maret entah kenapa ramai sekali manusia – manusia berbicara mengenai Earth Hour. Suatu event yang berisi ajakan terhadap sebanyak – banyaknya manusia agar pada jam 20.30 – 21.30 WIB malam ini mematikan lampu – lampu yang ada di rumah mereka, dengan tujuan katanya sih untuk menghormati bumi yang sudah semakin tua dan sebagai tanda bahwa manusia peduli dengan lingkungannya. Sedari pagi sudah ramai di media – media maya seperti twitter dan facebook manusia membahas earth hour ini, mempromosikan earth hour, curhat ingin melakukan apa sebelum earth hour nanti malam, dan terakhir bahkan saya mendapat SMS dari beberapa teman yang ikut – ikutan mempromosikan earth hour. Menurut saya itu adalah hal yang lumayan mulia lah untuk sekedar simbolisasi bagaimana manusia setidaknya menghormati bumi tempatnya berpijak.

Namun saya kembali berpikir, apa sebenarnya tujuan manusia – manusia boros yang selama ini mengotori bumi untuk melakukan earth hour ? hanya satu jam sajakah waktu yang kita berikan terhadap bumi untuk dapat “bernafas” lega dari segala kekotoran yang manusia lakukan ? sementara berapa waktu yang kita miliki dan kita gunakan untuk mengotori bumi sepanjang waktu kita hidup ? tidak sebanding menurut saya. Walaupun promosi yang dilakukan oleh banyak pihak berkata bahwa dengan melakukan penghematan selama satu jam maka setara dengan pengurangan sekian jumlah gas buang di udara, dll, tetapi tetap menurut saya hal tersebut tidak akan berdampak apa – apa terhadap bumi jika selepas earth hour pun manusia tetap akan kembali mengotori bumi ini.

Logika gampangnya begini saja, penghematan yang dilakukan selama satu jam nantinya akan menimbulkan penumpukan beban di waktu lain pada hari yang sama. Kesadaran bahwa pentingnya menjaga bumi akhirnya memang muncul walaupun hanya satu jam saja, tetapi apakah itu cukup ? sekali lagi saya pertanyakan. Apakah selain waktu earth hour yang telah ditetapkan oleh sekelompok pihak tersebut manusia artinya dapat melakukan perusakan yang semena – mena terhadap bumi ? Bagaimana jika setelah earth hour nanti manusia ingin langsung melakukan “balas dendam nafsu” ? mereka langsung menyalakan AC dengan suhu yang rendah untuk mengatasi kegerahan yang dialami, menyalakan TV atau segala macam alat elektronik, dan tetap membuang sampah di sembarang tempat tanpa mengindahkan nasib bumi ini.

Ironis, earth hour sepertinya hanya merupakan salah satu lifestyle tahunan baru yang muncul di permukaan untuk melayani kepuasan manusia semata. Sebuah simbolisasi akan begitu hteganya manusia karena hanya peduli terhadap bumi di waktu – waktu tertentu saja. Saran saya ? jangan berpartisipasi dalam event earth hour tersebut jika kalian masih belum bisa menghargai bumi seutuhnya, percuma menurut saya.

Sayangi bumi setiap saat

I

Di setiap penjuru dunia ini setiap negara, organisasi, gerakan, dan apapun itu namanya pasti memiliki setidaknya satu pemimpin atau koordinator untuk penyebutan lainnya. Masing – masing pemimpin memiliki sebuah gaya kepemimpinan tersendiri yang sudah melekat didalam dirinya sejak ia lahir, dan saat individu tersebut mengenal dunia secara lebih terbuka maka gaya kepemimpinannya pun ikut terpengaruh dengan lingkungan tempat ia berada.

Tegas, peragu, pemarah, pemaaf, cepat tanggap, mudah cuci tangan, dan sifat – sifat lain yang dimiliki oleh para pemimpin adalah sebuah ciri tersendiri menurut saya untuk membedakan karakteristik antara pemimpin yang satu dengan lainnya. Walaupun memang terdapat beberapa sifat yang mirip diantara pemimpin – pemimpin tersebut, tetapi menurut saya (lagi) persamaan tersbeut hanyalah sebuah titik kecil belaka yang membuat setiap pemimpin dirasa “sama” oleh yang menganggap mereka SAMA !

Apa maksud dari semua basa – basi diatas ? saya ingin menegaskan disini bahwa (mungkin) gaya kepemimpinan saya adalah gaya yang tidak banyak manusia senangi. Pemarah, terkadang meremehkan pekerjaan, menganut paham lebih cepat lebih baik, adalah sekian ciri kepemimpinan yang dapat saya identifikasi dari dalam diri sendiri. Sifat pemarah jelas sangat tidak disukai oleh manusia disana, dan saya jelas sekali ingin merubah (setidaknya meredam) sedikit gelora kemarahan yang ada didalam diri saya. Banyak cara untuk meredam hal tersebut, akan tetapi sedikit manusia yang dapat memahami bahwa saya disini sedang berusaha untuk meredam sifat tersebut. Tidak bisa saya langsung menghapuskan sifat pemarah yang sudah ada sejak lama didalam diri ini begitu saja, proses dibutuhkan disini, dan saya memaklumi jika ada manusia – manusia yang (mungkin) merasa tersakiti dengan adanya proses itu.

Tapi apakah saya pernah melampiaskan kemarahan tanpa adanya alasan yang jelas ? saya rasa dan seingat saya TIDAK PERNAH. Alasan yang ada pun bukanlah semata – mata alasan konyol untuk membenarkan kemarahan saya, tetapi itu merupakan alasan yang memang wajar adanya sehingga muncullah kemarahan dalam diri ini. Tetapi mungkin penyampaian emosi sangat tidak terkendali dari diri saya pribadi sehingga banyak manusia yang tidak menyukai sifat ini. Perlahan saya mencoba untuk mengendalikan amarah tersebut, tapi saya kembali berpikir :  

“Apakah mungkin tipikal orang Indonesia yang sering merasa lupa diri ketika sudah diberikan kebaikan dan keleluasaan akan dapat mengerti kewajiban mereka tanpa harus menuntut hak terdahulu ?”

Karena saya melihat begitu mudahnya pemimpin yang tidak memiliki sifat “liar” dan tegas didalam dirinya dipermainkan oleh manusia – manusia disekeliling pemimpin tersebut. Didukung pula oleh lingkungan yang menyukai pemimpin seperti itu, pemimpin yang dapat dijadikan “mainan” bagi mereka. Sungguh ironis, lalu mau apa kalian manusia ?

Tegas, adalah salah satu hal yang jelas berbeda dengan Marah, tetapi saya sampai saat ini belum dapat memahami secara penuh apa perbedaan dari kedua hal tersebut. Belum secara penuh saya memahami, dan saya tak ingin keinginan untuk memahami tersebut mati hanya karena tuntutan lingkungan yang kejam. Benar mungkin apa yang dikatakan oleh beberapa manusia di luar sana bahwa menulis adalah salah satu cara yang efektif dapat meredam kemarahan dalam diri manusia. Saya sebagai manusia mencoba hal tersebut, saat ini, dan kembali saya mendapatkan satu pencerahan dari lingkungan hari ini.

Terima Kasih

2010 – 2011

Tahun 2010 baru aja berakhir kemarin. Tahun yang kalo bisa diungkapkan dengan kata – kata sih itu mirip permen nano – nano, macem – macem rasanya dan ga selalu manis ataupun asem. Sempurna lah kalo menurut saya, hidup memang ditakdirkan tidak akan selamanya manis bukan ? dan tidak akan ada rasa manis setelah pahit jika kita tidak berusaha untuk mencari sesuatu yang dapat menghilangkan rasa pahit itu. Itulah hidup, dan menurut saya 2010 yang baru saja berakhir kemarin dapat dikatakan sempurna.

Saya mendapatkan banyak pelajaran yang berharga di tahun 2010, banyak juga pengalaman – pengalaman baru yang saya alami. menyenangkan, walaupun jujur sebenarnya saya juga sempat menganggap bahwa tahun 2010 adalah tahun yang buruk, tapi setelah berjalan sampai pada bulan Desember kemarin saya akhirnya sadar bahwa tahun 2010 mungkin adalah tahun yang paling sempurna sampai saat ini dalam hidup saya.

Sekarang 2011 sudah datang, ada apa di 2011 ? Rahasia Tuhan. Saya hanya bisa berdoa dan berusaha untuk terkabulnya semua keinginan saya. Yang pasti saya inginkan adalah semoga di tahun 2011 ini saya dapat menemukan warna baru dan pengalaman baru dalam hidup saya.

Target..

Target saya selama bulan Desember ini :

  1. Semakin dekat dengan si manis. Oke, untuk yang satu ini kemungkinan berhasilnya mungkin cuma 10% kebawah, atau mungkin 5% kebawah ? taulah..saya pesimis tapi ini target saya. Jangankan untuk mendekat, bahkan sejak awal bulan saja kami sudah makin menjauh tampaknya. Terlebih lagi setelah mendengar kabar yang lumayan “TO THE JLEB” ke hati tempo hari dari seorang temen. Yah intinya sih saya masih tetep bakal sabar kok nunggu dia,sabar entah sampe kapan dan entah berapa kali lagi harus tahan begini ๐Ÿ™‚
  2. Menang Turnament JPP Cup 2010 sama angkatan 2009 ! WE CAN DO IT !!
  3. Pemira ? yang saya harapkan hasil yang indah pada akhirnya dan keberlangsungan permira yang lancar serta tidak terhambat banyak rintangan.
  4. Keuangan..saya harap bulan ini bisa lebih baik lagi kondisi keuangan saya dibandingkan bulan sebelumnya
  5. Semoga kuliah juga lancar – lancar aja sampe nanti akhir semester
  6. Semoga kegiatan Posko KOMAP JPP bisa selesai dengan prestasi didalamnya.
  7. Berharap bulan Desember ini bisa menjadi bulan penutup tahun 2010 yang indah..2010 sendiri menurut saya tidak terlalu banyak meninggalkan kesan bagus didalamnya, maafkan saya Tuhan

At last, I just wanna say Sorry
For Everythings..

REBORN

Reborn ? ya itu kata2 yang tepat buat saya mungkin saat ini. Setelah seminggu sempet hiatus dari dunia maya, dunia pertemanan kampus, kegiatan kampus dll maka bisa dibilang saat ini saya sudah memasuki tahap Reborn yang mungkin bisa dibilang sedikit telat ? mungkin…

Dari hasil “semedi” saya seminggu kemaren saya sudah banyak dapat hasil dan manfaat buat kedepannya nanti.

  1. Saya memutuskan untuk tetep setia menunggu si manis. Ya saya tau mungkin saya egois, memikirkan keinginan sendiri dengan cara menunggu dia, tapi saya yakin kalau saya tidak akan menyesali keputusan ini. Sama sekali saya tidak akan menyesal, saya akan tetap menunggu dia..
  2. Saya memutuskan untuk besar kemungkinan merubah beebrapa hal di dalam kaitannya dengan kehidupan politik kampus kedepannya..
  3. Memutuskan untuk dapat lebih rajin membaca..
  4. Saya (akhirnya) bisa memainkan satu lagu yang menurut mayoritas orang mungkin gampang, tapi saya yang baru bisa bermain gitar (malu) merasa bangga karena akhirnya ada kemajuan di dalam hal ini, hahaha..
  5. Bisa lebih memahami apa tujuan hidup kedepannya, bagaimana saya harus bisa untuk menghadapi masalah – masalah yang akan datang nantinya di dalam hidup ini. Ya, saya harus berubah dalam hal menangani maslah – masalah tersebut !

Beralih ke hal lainnya.. Kemarin hari jumat waktu saya kembali dari “semedi” bertepatan dengan meletusnya kembali merapi. Letusan kali ini sungguh dahsyatnya, zona aman merapi yang tadinya hanya berjarak 10km dari puncak akhirnya diperluas menjadi radius 20km dari puncak. Abu vulkanik dari letusan tersebut terlihat dibawa oleh angin ke segala penjuru Jogja, bahkan sampai menjamah kawasan Bogor, Jawa Barat. Jumlah korban meningkat, pengungsi bertambah, posko berpindah tempat. Ironis, alam terkesan menunjukkan kemarahannya pada manusia yang makin lama makin lupa akan keadaan alam sekitarnya. Alama juga mengingatkan agar para pemimpin senantiasa harus selalu dekat dengan rakyatnya, suatu hal yang dapat ditemui semenjak adanya musibah – musibah yang melanda akhir – akhir ini, walaupun mungkin tidak terlalu banyak berarti mungkin tapi hal tersebut dapat dilihat dari perspektif lain..bahwa hakikatnya pemimpin harus selalu berada dekat dengan rakyat, bukan bergerak menjauh dan mendekat jikala ada maunya saja (pemilu contohnya)

Tulisan di atas sebagian hasil pemikiran saya sendiri, mungkin jika ada pihak – pihak yang merasa tidak setuju saya dapat memahaminya. Perbedaan – perbedaan tersebut saya yakini adanya ๐Ÿ™‚

Hal lainnya, saat Jogja sedang membutuhkan bantuan dan sedang “terluka” seperti ini, saya besok harus pergi ke jakarta dari subuh naik mobil bersama keluarga. Ada urusan keluarga yang memang sudah dari jauh hari direncanakan untuk kami keluarga jogja pergi ke jakarta, awalnya saya dan saudara saya tidak dapat ikut tetapi karena kegiatan kuliah diliburkan sementara maka akhirnya kamipun ikut. Maaf Jogja, sungguh saya merasa berat meninggalkan kota yang paling saya cintai ini saat sedang terluka seperti ini. Bantuan dan doa bagimu akan selalu ada dari kami, warga Indonesia. Bantuan untuk kalian para korban bencana yang ada di wasior, mentawai, dan kawasan merapi. Kami para warga Indonesia akan setia membantu kalian semua..kalian tidak sendirian ๐Ÿ™‚

At last, i just wanna say that i miss you, manis ๐Ÿ™‚