Peluru

Butiran peluru menghujam.

Aku yang mengeluarkan, aku yang merasakan,

kamu diam saja duduk melihat di sana ya.

Jaga terus manis dan senyum itu

jangan takut, peluru ini tidak akan melukai kau punya pipi,

tidak akan melukai kau punya hati.

 

Ada fokus yang harus dijaga,

sasaran!

Ada Aku menghujaninya dengan peluru,

luput, terkena aku!

 

Kenapa?

butiran peluru ini terlalu tajam,

terlalu cepat menghujam,

terlalu jauh untuk mengenai.

 

Kupaksa untuk melukai,

mengenai tepat di sana.

Kutemukan aku yang di sana,

ternyata…

 

Aku, dan aku yang tak peka.

Terkenalah diri ini,

oleh peluru yang kutembak sendiri.

 

dan memandang langit,

untuk kemudian menikmatinya sendiri.

Dor!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s