Dimanfaatkan Atau Memanfaatkan ?

Sudah cukup lama sejak saya menulis di blog ini. Pada akhirnya saya menemukan alasan dan inspirasi untuk kembali menulis. Inspirasi dan alasan yang ditemukan jikala saya sedang menunggu adzan subuh selepas pagi tadi. Saya mulai membuka FB, dan tersenyum ketika membaca update status dari salah satu teman saya. Isi dari status tersebut adalah :
(1) "kita deket dari SMS doang,,pernah ketawa,,sedih,,curhat lewat SMS,,tapi semenjak llu punya BB,,SMS gw ga dibales,,tapi BBM orang pasti dibales,,kasian ya gw ketinggalan jaman ga punya BB :'("
Dan status lanjutannya adalah :
(2) " (-)hey kamu boleh minta PINnya ga?? (+)yah aku ga pnya BB (-)yaahh (+)kenapa yahh?? (-)ga apapa dehh cuma mau BBMan doang #DERITAHIDUP"
Status tersebut dapat dibaca dengan berbagai macam perspektif. Tapi disini saya akan mencoba untuk membaca dari perspektif sang empunya status tersebut. Tampak disana bahwa sang empunya status mencoba untuk (katakanlah) menyindir objek di dalam statusnya tersebut. Objek yang hendak disindir tersebut secara jelas adalah manusia yang memiliki BB dan dimanfaatkan oleh teknologi karena kebodohannya ! 

Mengapa saya katakan disini "dimanfaatkan oleh teknologi karena kebodohannya !" ? Karena secara jelas disana terlihat bagaimana keadaan sebagian besar kaum muda Indonesia saat ini. Bagaimana mereka seolah sengaja membatasi komunikasi dan interaksi mereka hanya dengan beberapa pihak yang memiliki alat komunikasi sejenis dengan yang mereka miliki. Sebutlah disini alat komunikasi tersebut adalah Blackberry. Suatu alat komunikasi yang mulai masuk ke Indonesia sejak tahun 2004 lalu.

Semakin lama pengguna layanan BB semakin bertambah jumlahnya. Hal tersebut membuat meluasnya jaringan komunikasi para pengguna BB melalui layanan Blackberry Messenger-nya, layanan pengiriman pesan singkat yang hanya dikhususkan kepada para pengguna BB. Sekilas hal tersebut mungkin dipandang oleh sebagian orang sebagai salah satu keunggulan dari BB. Tidak dapat dipungkiri, tapi memang disitulah letak keistimewaan BB agar diminati oleh banyak orang di Indonesia ini.

Bahkan berdasarkan data yang dimuat (dalam Sumber 1) terdapat jumlah sekitar 3 juta pengguna layanan Blackberry di Indonesia sampai dengan bulan  Mei 2011. Bukan tidak mungkin jumlah tersebut akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Jumlah yang menjadikan Indonesia sebagai negara pengguna layanan Blackberry no. 1 di dunia ! (menurut Sumber 2

Cukup banggakah kita saat ini memiliki posisi sebagai negara terbesar pengguna layanan Blackberry ? saya secara jelas dan tegas menyatakan disini bahwa tidak sepantasnya lah kita bangga dengan keadaan tersebut ! Disamping "bujuk rayu" efisiensi dan efektifitas komunikasi yang ditawarkan oleh Blackberry, terdapat beberapa pengaruh negatif yang berdampak besar kepada kehidupan sosial masyarakat Indonesia kontemporer. Sejak booming Blackberry melanda, pertumbuhan pengguna layanan tersebut semakin besar jumlahnya setiap tahun. Semakin banyak rakyat (terutama kaum muda) yang merasa bahwa memiliki Blackberry adalah suatu kewajiban agar dapat berkomunikasi. Anggapan “memiliki Blackberry adalah suatu kewajiban agar dapat berkomunikasi” tersebut muncul bukanlah tanpa alasan yang jelas.

Para pengguna Blackberry yang sangat mengandalkan fitur BBM serta jejaring sosial tersebut makin lama terlihat semakin menjauh dari gaya komunikasi terdahulu. Komunikasi melalui SMS, telepon ataupun mungkin secara langsung bertemu dengan lawan bicara sudah semakin jarang dilakukan. Jangan lah kita bicarakan keadaan “surat-menyurat” yang sudah lama ditinggalkan sejak berkembangnya teknologi komunikasi di era tahun 1990an. Surat menyurat secara eletronik (baca : sms) pun semakin lama keadaannya akan tergantikan oleh keadaan jejaring sosial, BBM, dan bahkan email.

Read more »

Advertisements

4 thoughts on “Dimanfaatkan Atau Memanfaatkan ?

  1. nah bener kata lo cell..yang terjadi sekarang kan mayoritas pengguna BB itu menganggap bahwa fitur utama gadget tersebut adalah BBMnya. padahal kenyataannya Blackberry digunakan untuk mempermudah proses email kan. +1 buat lo

  2. well, komen aku bukan pembelaan karena aku tidak memakai BB, dan memang pilihanku seperti itu. udah mental orang indonesia kalo ikut sesuatu itu semata-mata buat gaya-gayaan, bener kan? sesuatu ditelan mentah-mentah. karena konsumerisme dan sifat ke barat-barat an yg dimiliki bangsa kita. padahal orang barat jg ga gitu-gitu amat BBM an. ya buat yg ga pake BB, ga usah berkecil hati, kalo temen kamu ga bisa nerima kamu yg ga ber-BB, ya berarti dia ga cukup baik utk jadi temen kamu. simpel kan? +1 buat aku. *loh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s