Earth Hour dan gaya hidup

Hari ini tanggal 26 maret entah kenapa ramai sekali manusia – manusia berbicara mengenai Earth Hour. Suatu event yang berisi ajakan terhadap sebanyak – banyaknya manusia agar pada jam 20.30 – 21.30 WIB malam ini mematikan lampu – lampu yang ada di rumah mereka, dengan tujuan katanya sih untuk menghormati bumi yang sudah semakin tua dan sebagai tanda bahwa manusia peduli dengan lingkungannya. Sedari pagi sudah ramai di media – media maya seperti twitter dan facebook manusia membahas earth hour ini, mempromosikan earth hour, curhat ingin melakukan apa sebelum earth hour nanti malam, dan terakhir bahkan saya mendapat SMS dari beberapa teman yang ikut – ikutan mempromosikan earth hour. Menurut saya itu adalah hal yang lumayan mulia lah untuk sekedar simbolisasi bagaimana manusia setidaknya menghormati bumi tempatnya berpijak.

Namun saya kembali berpikir, apa sebenarnya tujuan manusia – manusia boros yang selama ini mengotori bumi untuk melakukan earth hour ? hanya satu jam sajakah waktu yang kita berikan terhadap bumi untuk dapat “bernafas” lega dari segala kekotoran yang manusia lakukan ? sementara berapa waktu yang kita miliki dan kita gunakan untuk mengotori bumi sepanjang waktu kita hidup ? tidak sebanding menurut saya. Walaupun promosi yang dilakukan oleh banyak pihak berkata bahwa dengan melakukan penghematan selama satu jam maka setara dengan pengurangan sekian jumlah gas buang di udara, dll, tetapi tetap menurut saya hal tersebut tidak akan berdampak apa – apa terhadap bumi jika selepas earth hour pun manusia tetap akan kembali mengotori bumi ini.

Logika gampangnya begini saja, penghematan yang dilakukan selama satu jam nantinya akan menimbulkan penumpukan beban di waktu lain pada hari yang sama. Kesadaran bahwa pentingnya menjaga bumi akhirnya memang muncul walaupun hanya satu jam saja, tetapi apakah itu cukup ? sekali lagi saya pertanyakan. Apakah selain waktu earth hour yang telah ditetapkan oleh sekelompok pihak tersebut manusia artinya dapat melakukan perusakan yang semena – mena terhadap bumi ? Bagaimana jika setelah earth hour nanti manusia ingin langsung melakukan “balas dendam nafsu” ? mereka langsung menyalakan AC dengan suhu yang rendah untuk mengatasi kegerahan yang dialami, menyalakan TV atau segala macam alat elektronik, dan tetap membuang sampah di sembarang tempat tanpa mengindahkan nasib bumi ini.

Ironis, earth hour sepertinya hanya merupakan salah satu lifestyle tahunan baru yang muncul di permukaan untuk melayani kepuasan manusia semata. Sebuah simbolisasi akan begitu hteganya manusia karena hanya peduli terhadap bumi di waktu – waktu tertentu saja. Saran saya ? jangan berpartisipasi dalam event earth hour tersebut jika kalian masih belum bisa menghargai bumi seutuhnya, percuma menurut saya.

Sayangi bumi setiap saat
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s