Tulisan di pagi hari

Pernahkah engkau memperhatikan derasnya air yang mengalir ?
Mencoba mencari jalan menuju hilir tanpa ada rasa getir yang menghinggapi..

Adakah kiranya sang pendekar menghunuskan pedangnya kepada sahabatnya sendiri,
Jika mungkin khianat merasuki persahabatan yang telah mereka jalin selama ini,
Jika mungkin iblis telah merasuki diri sang sahabat, dan hancurlah sudah semua,
Iblis yang tumbuh dengan muka yang manis, dengan segala niatan busuk didalam senyumnya,

Mati tertusuk pedang tajam, meninggalkan dunia yang kelam..

Mungkinkah sang burung Garuda dapat lepas dari sarang sang Naga ?
Naga yang telah mengurung segala jenis hewan di bumi ini,
Naga yang membesar, semakin kekar setiap harinya..
Naga yang dahulunya belajar bertarung dengan sang Garuda, sekarang mengkhianati apa yang telah ia dapati..

Air, pendekar, dan naga..
Apakah air dapat menjadi senjata sang pendekar,
untuk mengalahkan naga, menjadikan dunia kembali seperti sedia kala,
Air yang takkan pernah habis adanya, perlahan mengikis tebalnya kulit sang naga.

Dapatkah aku mengalahkan kerasnya hatimu, manis ?
Dengan derasnya cinta yang kumiliki,
Dengan segala kesungguhan hati ini,
maka aku kan mengalahkan kerasnya hati tersebut..

-Lalu Rahadian-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s